
GMKI menjadi pusat sekolah latihan bagi orang – orang yang mau
bertanggungjawab. Demikian penggalan kalimat Founding Fathers GMKI
Johanes Leimena dalam memotivasi setiap kader GMKI agar mampu
menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diemban secara baik. Hal ini
tentunya sangat berpengaruh terhadap pola pergerakan GMKI hingga saat
ini.Kehadiran Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia adalah untuk
memberikan kesejukan dan kenyamanan secara kontinyu pada tiga medan
gumul GMKI yaitu Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat, sebagai ladang
kerja GMKI untuk melakukan kajian dan penalaran terhadap
fenomena-fenomena sosial. Kajian yang membutuhkan keteladanan tersendiri
untuk menelaah secara cermat selaku kader GMKI dalam menghadapi
tantangan yang selalu menghadang untuk menjawab tuntutan dalam medan
gumul GMKI. Kebutuhan terhadap profil kader yang diinginkan memaksa GMKI
agar tidak terus stagnan namun harus dinamis selaku orang-orang yang
dipercayakan untuk tetap berjuang menuju stabilitas kepemimpinan yang
paripurna. Persoalan-persoalan yang terjadi baik itu akademik, gerejawi,
masyarakat, maupun pemerintah, memaksa GMKI bisa menemukan jalan keluar
(solusi) demi suatu perubahan yang baik. GMKI terpanggil untuk membina
dan mempersiapkan kader yang cerdas, kreatif, inofatif serta pandai dan
bijaksana dalam menyikapi berbagai macam persoalan yang terjadi pada
saat ini dan pada masa-masa yang akan datang. Olehnya itu dibutuhkan
locus yang tepat untuk belajar secara baik dalam pendidikan ekstra
sesuai bidang ilmunya. Kepemimpinan sangatlah penting bagi seorang
maupun organisasi tertentu, bukan hanya secara teoritis dibutuhkan
tetapi cara menggunakan materi teoritis tersebut dalam bentuk
pengaplikasian terhadap medan gumul GMKI. Kepemimpinan yang dibutuhkan
secara kristiani tidak semata untuk produksi kader saja, tetapi
kebutuhan akan spesifikasi kelmuannya juga amat penting. Terhadap
semuanya itu, Latihan Kepemimpinan (LK) sangatlah menjadi bagian esensi
dalam keterpanggilan GMKI untuk memenuhi integritas, spiritualitas dan
profesionalitas. Kegiatan ini berusaha untuk membina, melatih dan
mempersiapkan potesi gerakan yang kelak akan menjadi stake holder masa
depan Gereja dan Bangsa untuk menjawab segala problematika kehidupan
yang dialami serta bertanggungjawab akan kelangsungan pergerakan.
“Menjadikan Pemimpin Kristen yang Efektif Sesuai Profil Kader dan Kebutuhan Bidang Keilmuannya. Kebutuhan akan kesemuanya”
itu adalah demi mempersiapkan potensi gerakan yang unggul dan cerdas
sesuai tuntutan zaman, memiliki nilai tawar yang mempuni dan mampu
bersaing dengan orang lain. Kompleksitas kader itulah diharapkan dapat
menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang sempurna dan mampu berbicara
banyak. Latihan Kepemimpinan (LK) dipandang perlu untuk dilaksanakan
demi memenuhi kader yang diinginkani. Dalam perjalanannya, GMKI
senantiasa diperhadapkan dengan segala bentuk problematika kekinian baik
secara internal maupun eksternal terutama tri matra gumulnya yakni
Gereja, Masyarakat dan Perguruan Tinggi. Problema itu harusnya dapat
disikapi secara arif oleh segenap potensi GMKI. Demikian GMKI sebagai
sekolah latihan mewajibkan potensinya untuk mengembangkan kapasitas dan
kemampuan diri. Nyatalah bahwa yang diharapkan bukan saja kepintaran dan
kepandaian secara akademis kader tetapi juga skill sebagai calon
pelayan masyarakat.
Adapun tujuan kegiatan Latihan Kepemimpinan ini adalah menciptakan
kader yang berjiwa pimimpin baik Secara secara internal organisasi:
Sebagai wujud kongkrit menanamkan peran-peran GMKI secara umum dan
secara khusus terhadap GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun dalam
panggilannya ditengah-tengah medan gumulnya, yang pada segmentasi
pendidikan sebagaimana kapasitas ilmu kependidikan dan teologis
terkhususnya pada implemetasi peningkatan mutu. Sebagai sarana untuk
mengaktualisasikan kehadiran GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun,
yang langsung menyentuh esensi problematika yakni persoalan pemberdayaan
pengetahuan secara menyeluruh dan meningkatkan sumberdaya Mahasiswa
Kristen untuk berkiprah sebagai masyarakat intelektual yang nantinya
dipersiapkan untuk menjadi sosok guru dan teolog yang profesional di
tengah-tengah masyarakat Maluku pada khususnya. Secara Eksternal
Organisasi : Latihan Kepemimpinan ini bertujuan mempersiapkan kader baik
pada aspek kecakapan organisasi, sekaligus pembentukan dan penguatan
kapasitas diri (integritas, profesionalitas, dan spiritualitas) guna
mengemban misi organisasi dengan tuntutannya yang tinggi yakni
melaksanakan gerakan oikumene dan kebangsaan dalam dunia mahasiswa.
Melatih diri mulai dari sejak dini untuk menjadi seorang pemimpin,
adalah suatu bentuk pengenalan diri. Sehingga, sebelum kita bermimpi
jadi seorang pemimpin kita harus mengenali diri kita dan mengerti akan
arti seorang pemimpin. Latihan Kepemimpinan ini akan membentuk dirimu
kelak jadi pemimpin. Demikian disampaikan Fawer Full Fander Sihite
selaku Ketua Cabang GMKI saat membuka Latihan Kepemimpinan (LK), yang
diikuti Pengurus Komisariat STT-HKBP, Pengurus Komisariat FKIP UHN,
Pengurus Komisariat Universitas Simalungun yang berlangsung di Pondok
Bulu, Parapat. Kegiatan ini di laksanakan selama 3 hari pada tanggal 21 –
23 Oktober 2016.
Hadir dalam pelatihan tersebut, Lundu Tamba, S. Pd (Berfikir
Metodologis), Batara Manurung, S. Pd (Management Diri), Elvina
Simanjuntak, S. Th (Bersaksi, Melayani dan Aktif bersekutu & Kesetian dan Komitmen dalam organisasi), Pdt. Dr. Batara Sihombing (Kepemimpinan Kristen). Sesi pembukaan Brainstorming, Christian Silitonga, SH, Rindu Marpaung, S. Pd Serta Kakanda senior yang bersedia memberikan motivasi Pardomuan Simanjuntak, SH. M. Si, Josep Saragih, SH, Fery Tampubolon, Triwani Purba, S.Kom, Tonggo Sibarani, S. Pd.
Tinggi Iman
Tinggi Ilmu
Tinggi Pengabdian
Ut Omnes Unum Sint..!! Syalom