Selasa, 28 Februari 2017

KONFERCAB XXVII GMKI CABANG P.SIANTAR-SIMALUNGUN


Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga GMKI, Konferensi Cabang bertugas;
a. Menilai laporan Badan Pengurus Cabang (BPC) dalam melaksanakan Keputusan Kongres, Keputusan Pengurus Pusat dan Keputusan Konferensi Cabang.
b. Menyusun Program Kerja, menetapkan struktur, kebijaksanaan dan anggaran pendapatan dan belanja cabang.
c. Menetapkan masa kerja kepengurusan dan memilih Badan Pengurus Cabang.

Ketua Pelaksana Konfercab May Luther D. Sinaga disekretariat GMKI di Perumahan Griya Jalan Asahan, P. Siantar mengatakan,” Kegiatan Konfercab GMKI merupakan sebagai landasan konstitusi dan agenda penting dengan tujuan  untuk memilih Pengurus yang baru Masa Bhakti 2017-2019, dan  Menilai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ),  Pengurus 2015-2017 selama 2 tahun, ungkapnya
Luther juga mengatakan pemilihan Pengurus GMKI 2 Tahun kedepan merupakan poin penting untuk melanjutkan  estafet pergerakan Organisasi GMKI, dimana organisasi  GMKI merupakan organisasi kader dan punya tujuan ditiga medan pelayanan yakni, Pelayanan diperguruan Tinggi, Gereja dan Masyarakat, Jadi selaku Ketua Panitia Konfercab dirinnya berharap kepada teman-teman anggota GMKI Cabang P.Siantar untuk mengikuti proses Konfercab ini. 

 ” 4 Kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang P.Siantar-Simalungun bakal bersaing di Konferensi Cabang (Konfercab GMKI) ke XXVII.

“Jelang Konfercab GMKI P.Siantar-Simalungun, 4 kader mulai disebut- sebut namanya bakal mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua, atau Sekretaris dan atau Bendahara BPC GMKI P. Siantar- Simalungun Masa Bhakti 2017- 2019, jika sejak beberapa pekan terakhir jelang Konfercab GMKI, sejumlah nama BPC, Pengurus Komisariat baik yang aktif dalam masa kepengurusannya santer dibicarakan di kalangan kader bakal menjadi calon Ketua, Sekretaris GMKI mendatang.

“ Kader- kader GMKI P.Siantar-Simalungun, yang marak disebut- sebut bakal menjadi  Calon Ketua, Sekretaris mendatang diantaranya, Tommy Jakobus Lubis Mantan BPC 2015-2017, Wahyu Nolim L. Siregar Mantan Ketua Komisariat STT-HKBP 2015-2016, May Luther D. Sinaga Mantan Sekretaris Komisariat STT-HKBP, Marnala Samuel Baoadi Sibarani Mantan Pengurus Komisariat STT-HKBP 2015-2016, Jepri Simanjuntak Mantan Waket Or Komisariat STT-HKBP 2015-2016.

Konfercab ke-XXVII GMKI Cabang P.Siantar-Simalungun yang dilaksanakan pada 23-26 Februari 2017 di Wisma Methodist, Parapat, berhasil menampung, menyusun serta merumuskan pemikiran seluruh para peserta yang hadir dalam acara tersebut mengenai kinerja dari GMKI BPC P.Siantar-Simalungun untuk kepengurusan selanjutnya. Di hari pertama, yaitu 23 Februari 2017, telebih dahulu diadakan KSL Internal GMKI, yang kemudian dilanjutkan kepada acara pembukaan Konfercab yang dihadiri langsung oleh Koordinator Wilayah I SUMUT-NAD yaitu Swangro Lumbanbatu. Sebelum dilanjutkan ke pemilihan majelis ketua  diberikan waktu kepada kakanda  Rekson Silaban untuk memberikan ilmu, motivasi serta menceritakan pengalaman selama berorganisasi.

Persidangan dalam Konfercab berlangsung dengan aman dan tertib, meskipun sempat beberapa kali terjadi ketegangan, baik itu antara peserta sidang dengan Badan Pengurus Cabang maupun antara Pengurus Pusat dengan peserta secara langsung. Namun hal tersebut dapat diselesaikan secara langsung dengan kepala dingin dan tidak mengutamakan ego pribadi. Bang Swangro Lumbanbatu  sebelum membuka Konfercab, sempat memberikan kata sambutan kepada seluruh peserta yang hadir. Bang Swangro Lumbanbatu menyampaikan banyak hal dan motivasi yang membangun dalam kata sambutannya, mulai dari membandingkan antara GMKI di masanya dahulu dengan GMKI di masa yang sekarang, lalu memberikan nasihat kepada seluruh peserta sidang agar mengikuti sidang dengan baik dan mentaati tata tertib yang akan disepakati dalam konfercab tersebut, serta jangan membiasakan budaya ribut, banting kursi dan meja seperti yang biasa dilakukan dalam persidangan-persidangan sebelumnya.

Ada pun majelis ketua dalam konpercab kali ini yang terpilih adalah Daniel Butarbutar dan Patuan Manurung untuk menemani majelis ketua perwakilan BPC yaitu Lestari Simanjuntak
Kegiatan selanjutnya  Badan Pengurus Cabang (BPC) Masa Bhakti 2015-2017 memberikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). LPJ berlangsung lama serta terjadi dinamika yang panas antara peserta dengan BPC. LPJ BPC GMKI tersebut diterima oleh anggota GMKI P.Siantar-Simalungun dengan banyak catatan revisi perbaikan. BPC Demisioner menyanggupi akan menyelesaikan LPJ tersebut dalam waktu dua minggu. Pembahasan LPJ sendiri dari pukul 17.00 sore sampai 05.00 pagi. Di pertengahan pembahasan LPJ BPC GMKI sempat teralihkan, karena sekitar 7 anggota GMKI asal Komisariat STT-HKBP pulang. Ijin pulang ini disampai oleh Martua Miktam Sibarani (Ketua Komisariat STT-HKBP), dikarenakan anggotanya harus mengikuti perkuliahan pada hari sabtu nya.

Pada saat pembahasan Komisi juga terjadi dinamika yang begitu panas sehingga meluapkan emosi setiap peserta namun hal ini dapat diatasi dengan baik dan kepala dingin. Sidang Komisi kembali dilanjutkan, dalam sidang komisi sendiri membahas kebijakan, langkah-langkah kongkrit dan gambaran di BPC periode mendatang. Sidang ini diwarnai kembali perdebatan pada topik Kriteria yaitu harus pernah menjabat BPC dan penanggung jawab komisariat dari calon ketua dan sekertaris cabang. Dimana pembahasan komisi tersebut  di mulai 25 Februari dari pukul 17.00pm - 06.00am  wib dan dilanjutkan kembali esok harinya sampai pukul 16.00 wib.

Selanjutnya pada momen yang ditunggu adalah pemilihan ketua dan sekertaris cabang. Ada beberapa calon ketua cabang yang di calonkan oleh peserta konpercab diantaranya yaitu Fawer Full Fander Sihite Mantan Ketua Cabang, Lasria Sari Gultom Mantan Sekretaris Cabang, Hizkia Silalahi, Daniel Pakpahan, Lintong Sirait, Wahyu Nolim L. Siregar Mantan Ketua Komisariat STT-HKBP 2015-2016 dan May Luther D. Sinaga Mantan Sekretaris Komisariat STT-HKBP 2015-2016 Singkatnya, terpilihlah saudara Wahyu Nolim L. Siregar (Komisariat STT-HKBP) secara aklamasi sebagai Ketua Cabang.

Setelah pemilihan ketua cabang dilaksanakan selanjutnya adalah sekertaris cabang, dimana terdapat juga dua calon yaitu Lampola Uli Sitorus Pane dan Jepri Simanjuntak. Pada pelaksanaan pemilihan sekertaris cabang saudara Jepri Simanjuntak menyatakan mundur sebagai calon sekretaris cabang dengan alasan karena surat menyurat bukan bagian dari bidangnya. Singkatnya, terpilihlah saudari Lampola Uli Sitorus Pane (Komisariat UHN) secara aklamasi sebagai Sekretaris Cabang.

Dua tahap terakhir adalah pemilihan tiga orang tim Formatur BPC GMKI P.Siantar-Simalungun dan 3 orang BPK (Badan Pengawas Keuangan) GMKI P. Siantar-Simalungun. Pada Formatur yang terpilih adalah Putra Marpaung, Hizkia Silalahi dan Lasria Sari Gultom (BPC). Pada BPK sendiri yang terpilih adalah Helen Panjaitan, Jhon Steven Napitupulu, William Halawa. Setelah semua kegiatan selesai, persidangan konfercab ditutup dan dilaksanakan ibadah penutupan. Hasil konfercab GMKI P.Siantar-Simalungun ini diharapkan kedepannya lebih bekerja secara maksimal buat BPC yang akan terpilih dimasa akan datang. Salah satu perwakilan BPC Demisioner yaitu Fawer Full Fander Sihite menyampaikan yakni "Konfercab kali ini dinamika yang termasuk panjang dan panas tetapi tidak membuat kader GMKI P.Siantar-Simalungun terpecah tetapi tetap menjadi satu, seperti amsal GMKI yaitu Ut Omnes Unum Sint."(SSAS)

Selasa, 10 Januari 2017

HKBP Menantikan Referensi Pengembangan Otorita Danau Toba



Ibadah syukur "Bona Taon" (awal tahun) 2017 Huria Kristen Batak Protestan yang dilangsungkan, Kamis (5/1) di Komplek Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Pearaja Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam syukuran itu, sukacita dan ucapan syukur berkumandang dengan kehadiran warga jemaat dan para tokoh Kristiani dengan tema acara, "Pendidikan dan Pemberdayaan"

Pada kesempatan itu, Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam sambutannya menyampaikan, HKBP menungggu semacam referensi tentang pengembangan Otorita Danau Toba. "Kira-kira apa dan bagaimana nantinya Destinasi Pariwisata Danau Toba ini, tapi walaupun demikian HKBP tetap siap untuk bermitra dan bekerjasama dengan pemerintah yang tentunya dengan pemerintah setempat di daerah ini," kata Ephorus mengawali sambutannya.

Dikatakan, kalau sudah dikatakan destinasi pariwisata tentu HKBP tidak mungkin diam dan karenanya pada periode-periode sebelumnya HKBP sudah menunjukkan semacam sikap pada Februari tahun 2016 melalui rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) yang  menyimpulkan secara proaktif terhadap pelaksanaan Destinasi Danau Toba dengan sikap realistis tapi juga kritis dengan mempertimbangkan kebijakan lokal.

"Dengan itu jugalah yang kami perlu katakan saat ini, sikap ini kami teruskan bahwa kami sudah memeta 8 Distrik HKBP yang berada di zona Pariwisata Danau Toba ini dan 11 Distrik yang menjadi Distrik penyangga, dan kita masih meminta bantuan serta masukan bagaimana agar para Praeses yang ada di Distrik Pariwisata Danu Toba ini dan juga para Pendeta Resort benar-benar dapat pembekalan tentang apa yang akan terjadi nantinya," ungkap Ephorus.

Selain itu, Ephorus menghimbau para jemaat jangan terlalu cepat mengambil suatu sikap yang tidak melalui pertimbangan logis misalnya menjual tanah.
Ephorus juga menambahkan untuk mengedepankan faktor kultural yang diterjemahkannya dengan (misi) missionaris (anak Allah yang baik) dengan menjelaskan orientasi pelayanan tahun 2017 yaitu pendidikan dan pemberdayaan.

Ia juga menyinggung dalam suatu dialog dari dokumen tertulis, Raja Pottas bertanya saat itu kepada Nommensen, "Molo pola naung ro ho Tuan tu huta namion jala diboan ho hakristenon, ahama lapatanni i di hami bangso Batak" (apa untungnya bagi kami masyarakat Batak, kalau kami Kristen).

Itulah petanyaan raja Pontas Lumban Tobing kepada Nommensen, dan jawaban Nommensen adalah, kalau sudah orang Kristen kalian akan jadi maju dan kemajuanlah yang saya bawa menurut agama Kristen. Jadi jelas konsepnya adalah kemajuan, baik kemajuan pendidikan, kesehatan dan lainnya, kata Ephorus mengutip dialog itu.

Sementara, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk menyampaikan, selama dirinya menjabat Wali Kota, tidak ada lagi gereja yang tidak mendapatkan sentuhan dari Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga. "Setiap tahun, para pendeta, guru jemaat dan tukang bunyi lonceng gereja, selalu mendapat semacam tujangan dari pemerintah Kota Sibolga," tuturnya.

Syarfi mengaku selalu memelihara kebersamaan bersama Wakil Wali Kota sepanjang itu merajut kerukunan antar umat beragama.
Saya selalu menghadiri kegiatan agama, termasuk saat Sinode Godang HKBP dan HKI, saya juga selalu hadir," imbuhnya disambut tepuk tangan riuh.
Sedangkan Anggota DPR RI Efendi Simbolon berharap agar keberadaan gereja HKBP yang berkantor pusat di Pearaja Tarutung itu senantiasa menjadi berkat bagi seluruh jemaat, serta bagi segenap masyarakat Batak. "Saya berharap, HKBP senantiasa menjadi berkat. Ini harapan terbesar saya dalam pelaksanaan agenda syukuran Tahun Baru 2017 ini," cetusnya.

Ibadah pesta syukuran Bona Taon HKBP dihadiri Ketua DPRD Tapanuli Utara (Taput), Ottoniyer Simanjuntak, Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, Bupati Toba Samosir (Tobasa) Darwin Siagian, mantan Bupati Taput Torang Lumbantobing (Toluto). Kapolres Taput AKBP Dudus HD SIK, Dandim 0210/TU Letkol Arm Ezra Natanael dan lainnya.

Selasa, 08 November 2016

MEMBANGUN KEMANDIRIAN DALAM BER-ORGANISASI

Kemandirian bukan bawaan. Kemandirian tidak datang secara simultan. Ada peroses, dibutuhkan kebiasaan dan latihan secara konsisten untuk mencapai kemandirian. Kemandirian bukan monopoli pada seorang pemimpin saja. Kemandirian harus tumbuh dari setiap individu, kemudian individu membentuk kelompok, dari kelompok membentuk komonitas. Kemandirian harus menjadi spirit dan polarisasi dalam hidup keseharian. Ketika, individu, kelompok dan komonitas telah tercipta kemandirian maka akan tercipta satu tatanan hidup yang diniamis. Kemandirian di dalam organisasi misal, sebuah organisasi harus bisa menciptakan sikap kemandirian. 

Dengan adanya sikap kemandirian maka pola perjalanan organisasi akan mampu bersinergi dengan baik. Oleh sebab itu seorang pemimpin dituntut mampu membangun kemandirian dengan cara memberikan kepercayaan dan kontrol secara berkala dan berkelanjutan. Control diperlukan sebagai alat dalam melihat sekala dan prioritas selama ia bekerja atau berada di organisasi. Selanjutnya kepercayaan merupakan satu instrument guna membangun kemandirian terhadap diri dan patner itu sendiri “anggota”.

Dengan diberikan kepercayaan pada diri individu dimungkinkan individu tersebut akan terjadi dinamika “kompetensi” berupa tanggung jawab. Menumbuhkembangkan rasa percaya diri dan tanggung jawab bukan satu hal yang mudah dan juga bukan hal yang sulit. Maka pola intraksi dan komonikasi bisa didorong guna menciptakan pengaruh terhadap individu yang lain.

Tak mudah mengelola sebuah organisasi. Bukan berarti tidak bisa. Kematangan dan komitmen dapat menjadi bekal seseorang untulk menjalankan roda ke-organisasi-an secara baik dan sistematis. Keterbukaan antara anggota dengan anggota lain menjadi kunci dalam membangun seprirt yang lebih baik. Hindarilah sikap menggurui sesama anggota, karena pada perinsipnya manusia paling anti terhadap cara-cara seperti itu.

Kunci keberhasilan tidak dapat diukur dengan melimpahnya materi, atau kita bisa memimpin satu perusahaan besar. Karena banyak para pemimpin perusahaan besar ternyata mengecewakan karyawan-nya. Mengapa banyak pemimpin perusahaan mengecewakan karyawan-nya, jawabnya sederhana. Pertama tidak adanya komonikasi yang baik antara pemimpin dan yang dipimpin. Terkadang seorang pemimpin lebih mengedepankan sikap otoriter--nya, dan mengabaikan aspirasi bawahannya.

Organisasi bukan milik individu maka sikap individual itu harus dihindari. Setiap orang memiliki kepentingan dan penting bagi seorang pemimpin memahami kepentingan anggotanya. Tapi bukan berarti pemimpin harus tunduk dan terkontaminasi oleh banyak kepentingan. Komonikasi dan lakukan komonikasi, paparkanlah kepentingan perusahaan dan akomodasi kepentingan anggota. Karena dengan mengakomodasi kepentingan anggota, dengan sendirinya anggota akan mengedepankan kepentingan bersama.

Bangun sikap disiplin. karena disiplin akan membawa pada kesuksesan dan keberhasilan. Sukses belum tentu berhasil. Dan sukses merupakan keberhasilan.

Jumat, 28 Oktober 2016

Mapper GMKI P.Siantar-Simalungun: Jangan Takut Berorganisasi !!!


Untuk memulai sesuatu perlu ada pertemuan dan perkenalan, hal ini pula tercermin dari masa perkenalan atau biasa kader-kader GMKI menyebutnya dengan istilah Mapper (Masa Perkenalan dan Persekutuan). Sudah menjadi tradisi tertentu bahwa jika ada kegiatan dalam sebuah komisariat maka akan dihadiri oleh Kader-kader dari komisariat GMKI dalam lingkup cabang Pematangsiantar-Simalungun. Dalam maper kali ini jumlah pesertanya diikuti kurang lebih 50 orang. Memang untuk memulai sesuatu perlu adanya proses untuk pendalaman hal tersebut.

Kegiatan mapper yang dilaksanakan oleh Komisariat Universitas Simalungun pada tanggal 28 Oktober 2016 yang bertempat di salah satu ruang Aula FKIP Universitas Simalungun berjalan dengan lancar dan penuh hikmat.

Dalam kegiatan mapper yang dilaksanakan tersebut terdapat 6 materi dan juga para pembicara yang di siapkan oleh panitia antara lain Sejarah GMKI (kakanda senior Ir. Rospita Sitorus), Visi dan Misi GMKI (kakanda senior Pdt. Dr. Apeliften Sihombing),  Thema dan Subthema GMKI (kakanda senior Dra. Corry Purba, M.Si), Tri Panji GMKI (kakanda senior Hermanto Sipayung),  Motto GMKI (kakanda senior Marulam Simarmata SP, M.Si) dan Konstitusi GMKI  (Badan Pengurus Cabang) serta dipandu oleh moderator yang berasal dari pengurus Komisariat Universitas Simalungun. Realita yang terjadi bahwa peserta atau calon anggota sangat aktif dalam proses mapper tersebut dimana terjadi proses timbal balik dalam diskusi yang diadakan.

Sambutan dari Ketua Panitia Mapper Komisariat USI, Wahyu Simanjuntak (Wakil Ketua Aksi dan Pelayanan) mengatakan bahwa dari sinilah proses dinamika terjadi dimana untuk mengarungi sebuah organisasi perlu lecet atau luka karena loyalitas dari setiap individu dari peserta atau calon anggota perlu diuji, karena mengingat bahwa sebuah organisasi berjalan bukan hanya untuk perseorangan tetapi untuk semua yang berada didalam organisasi ini.

Terlepas dari itu, kesan dari semua pengurus komisariat Universitas Simalungun juga diutarakan dengan harapan yang besar, seperti yang dikemukakan oleh Ketua Komisariat USI (Leonardo Sipayung), bahwa jangan takut berorganisasi
karena didalam organisasi kita belajar banyak hal untuk membentuk kepribadian yang kuat untuk menghadapi masa depan.

Akhir dari proses mapper tentunya mempunyai hasil bahwa total peserta atau calon anggota yang lulus dan tidak lulus. Ini yang menjadi ketegangan tertentu bagi mereka peserta atau calon anggota, karena hasil yang ditentukan oleh Panitia dan juga Badan Pengurus Cabang berdasarkan beberapa kriteria, dan jika seseorang peserta tidak sama sekali mengikuti materi atau lari dari kriteria tersebut maka dinyatakan tidak lulus dan mengulang pada mapper berikutnya. Demikianlah keputusan Panitia dan BPC dinyatakan bahwa peserta atau calon anggota yang lulus maper berjumlah 5o orang dan semuanya dinyatakan LULUS 100%.

Tinggilah Iman Kita

Tinggilah Ilmu Kita 

Tinggilah Pengabdian Kita


Ut Omnes Unum Sint.. Syalommm!!!

Senin, 24 Oktober 2016

Dokumentasi Latihan Kepemimpinan, 21 - 23 Oktober, Pondok Bulu, Parapat.




































Latihan Kepemimpinan (LK) GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun


GMKI menjadi pusat sekolah latihan bagi orang – orang yang mau bertanggungjawab. Demikian penggalan kalimat Founding Fathers GMKI Johanes Leimena dalam memotivasi setiap kader GMKI agar mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diemban secara baik. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap pola pergerakan GMKI hingga saat ini.Kehadiran Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia adalah untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan secara kontinyu pada tiga medan gumul GMKI yaitu Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat, sebagai ladang kerja GMKI untuk melakukan kajian dan penalaran terhadap fenomena-fenomena sosial. Kajian yang membutuhkan keteladanan tersendiri untuk menelaah secara cermat selaku kader GMKI dalam menghadapi tantangan yang selalu menghadang untuk menjawab tuntutan dalam medan gumul GMKI. Kebutuhan terhadap profil kader yang diinginkan memaksa GMKI agar tidak terus stagnan namun harus dinamis selaku orang-orang yang dipercayakan untuk tetap berjuang menuju stabilitas kepemimpinan yang paripurna. Persoalan-persoalan yang terjadi baik itu akademik, gerejawi, masyarakat, maupun pemerintah, memaksa GMKI bisa menemukan jalan keluar (solusi) demi suatu perubahan yang baik. GMKI terpanggil untuk membina dan mempersiapkan kader yang cerdas, kreatif, inofatif serta pandai dan bijaksana dalam menyikapi berbagai macam persoalan yang terjadi pada saat ini dan pada masa-masa yang akan datang. Olehnya itu dibutuhkan locus yang tepat untuk belajar secara baik dalam pendidikan ekstra sesuai bidang ilmunya. Kepemimpinan sangatlah penting bagi seorang maupun organisasi tertentu, bukan hanya secara teoritis dibutuhkan tetapi cara menggunakan materi teoritis tersebut dalam bentuk pengaplikasian terhadap medan gumul GMKI. Kepemimpinan yang dibutuhkan secara kristiani tidak semata untuk produksi kader saja, tetapi kebutuhan akan spesifikasi kelmuannya juga amat penting. Terhadap semuanya itu, Latihan Kepemimpinan (LK) sangatlah menjadi bagian esensi dalam keterpanggilan GMKI untuk memenuhi integritas, spiritualitas dan profesionalitas. Kegiatan ini berusaha untuk membina, melatih dan mempersiapkan potesi gerakan yang kelak akan menjadi stake holder masa depan Gereja dan Bangsa untuk menjawab segala problematika kehidupan yang dialami serta bertanggungjawab akan kelangsungan pergerakan. “Menjadikan Pemimpin Kristen yang Efektif Sesuai Profil Kader dan Kebutuhan Bidang Keilmuannya. Kebutuhan akan kesemuanya” itu adalah demi mempersiapkan potensi gerakan yang unggul dan cerdas sesuai tuntutan zaman, memiliki nilai tawar yang mempuni dan mampu bersaing dengan orang lain. Kompleksitas kader itulah diharapkan dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang sempurna dan mampu berbicara banyak. Latihan Kepemimpinan (LK) dipandang perlu untuk dilaksanakan demi memenuhi kader yang diinginkani. Dalam perjalanannya, GMKI senantiasa diperhadapkan dengan segala bentuk problematika kekinian baik secara internal maupun eksternal terutama tri matra gumulnya yakni Gereja, Masyarakat dan Perguruan Tinggi. Problema itu harusnya dapat disikapi secara arif oleh segenap potensi GMKI. Demikian GMKI sebagai sekolah latihan mewajibkan potensinya untuk mengembangkan kapasitas dan kemampuan diri. Nyatalah bahwa yang diharapkan bukan saja kepintaran dan kepandaian secara akademis kader tetapi juga skill sebagai calon pelayan masyarakat.

Adapun tujuan kegiatan Latihan Kepemimpinan ini adalah menciptakan kader yang berjiwa pimimpin baik Secara secara internal organisasi: Sebagai wujud kongkrit menanamkan peran-peran GMKI secara umum dan secara khusus terhadap GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun dalam panggilannya ditengah-tengah medan gumulnya, yang pada segmentasi pendidikan sebagaimana kapasitas ilmu kependidikan dan teologis terkhususnya pada implemetasi peningkatan mutu. Sebagai sarana untuk mengaktualisasikan kehadiran GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun, yang langsung menyentuh esensi problematika yakni persoalan pemberdayaan pengetahuan secara menyeluruh dan meningkatkan sumberdaya Mahasiswa Kristen untuk berkiprah sebagai masyarakat intelektual yang nantinya dipersiapkan untuk menjadi sosok guru dan teolog yang profesional di tengah-tengah masyarakat Maluku pada khususnya. Secara Eksternal Organisasi : Latihan Kepemimpinan ini bertujuan mempersiapkan kader baik pada aspek kecakapan organisasi, sekaligus pembentukan dan penguatan kapasitas diri (integritas, profesionalitas, dan spiritualitas) guna mengemban misi organisasi dengan tuntutannya yang tinggi yakni melaksanakan gerakan oikumene dan kebangsaan dalam dunia mahasiswa.

Melatih diri mulai dari sejak dini untuk menjadi seorang pemimpin, adalah suatu bentuk pengenalan diri. Sehingga, sebelum kita bermimpi jadi seorang pemimpin kita harus mengenali diri kita dan mengerti akan arti seorang pemimpin. Latihan Kepemimpinan ini akan membentuk dirimu kelak jadi pemimpin. Demikian disampaikan Fawer Full Fander Sihite selaku Ketua Cabang GMKI saat membuka Latihan Kepemimpinan (LK), yang diikuti Pengurus Komisariat STT-HKBP, Pengurus Komisariat FKIP UHN, Pengurus Komisariat Universitas Simalungun yang berlangsung di Pondok Bulu, Parapat. Kegiatan ini di laksanakan selama 3 hari pada tanggal 21 – 23 Oktober 2016.

Hadir dalam pelatihan tersebut, Lundu Tamba, S. Pd (Berfikir Metodologis), Batara Manurung, S. Pd (Management Diri), Elvina Simanjuntak, S. Th (Bersaksi, Melayani dan Aktif bersekutu & Kesetian dan Komitmen dalam organisasi), Pdt. Dr. Batara Sihombing (Kepemimpinan Kristen). Sesi pembukaan Brainstorming, Christian Silitonga, SH, Rindu Marpaung, S. Pd Serta Kakanda senior yang bersedia memberikan motivasi Pardomuan Simanjuntak, SH. M. Si, Josep Saragih, SH, Fery Tampubolon, Triwani Purba, S.Kom, Tonggo Sibarani, S. Pd.

Tinggi Iman

Tinggi Ilmu

Tinggi Pengabdian

Ut Omnes Unum Sint..!! Syalom