Sabtu, 10 Juni 2017

Gereja dan Politik


"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7)

Bolehkah gereja mencampuri urusan politik? Pemimpin Jerman, Adolf Hitler (1889-1945) pernah berkata kepada Pendeta Niemoller: “Saya mengurusi politik, Anda mengurusi agama. Saya tidak akan mencampuri urusan Anda, dan saya minta Anda tidak akan mencampuri urusan saya!” Meskipun Pendeta Niemoller tidak bersependapat, pada waktu itu, banyak orang Kristen (gereja) bersetuju dengan Hitler: gereja dilarang mencampuri urusan politik! Akibat kebijakan politik   Hitler, sekitar  enam juta orang Yahudi tewas dibantai   demi   ambisinya mendirikan Jerman Raya.
Menurut Pendeta Dr Eka Darmaputera, dalam buku Iman dalam Kehidupan, kalau pertanyaan yang sama diajukan kepada orang-orang Kristen (gereja) di Indonesia, sebagian besar dipastikan menjawab, gereja sebaiknya tidak boleh mencampuri politik. Namun, kenapa demikian? Apakah ada yang salah dengan politik?
Tidak bisa dipungkiri, istilah “politik” (politics)   sering dikonotasikan secara negatif: politik itu kotor; politik itu boleh menghalalkan segala cara; dan bidang politik sebaiknya tidak dimasuki oleh orang baik-baik, karena kalau tidak ikut  arus, cepat atau  lambat  akan  tersingkir.   Ya,    dalam sejarah politik, sejak mulai dikenal dari Yunani kuno, politik memang sering diwarnai kecurangan dan kekerasan. Kita lihat saja perjalanan politik Pakistan terkini. Tokoh kharismatis, ketua partai Pakistan Peoples Party, Benazir Bhutto, tewas mengenaskan pada 27 Desember 2007 (diduga dibunuh oleh lawan-lawan politiknya), sebelum dia sempat mengubah citra buruk politik negerinya. Dan bukankah peribahasa politik menyatakan, “Tidak ada kawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi?” Kita ingat pula, pernyataan klasik sejarawan Inggris, Lord Acton (1834-1902) yang sering dikutip: “Power tends to corrupt….” (Kekuasaan cenderung menyimpang). Maka, jangankan rakyat awam, kalangan tertentu yang seharusnya paham tentang politik pun menjadi ragu.   Pakar   politik,   Dr  Sutradara  Gintings, dalam suatu ceramah yang diadakan oleh Moderamen GBKP mengatakan, acap kali dia enggan berbicara tentang politik di hadapan kaum rohaniawan. Sebab politik sering dipahami dalam arti sempit, yakni suksesi. “Kalau bicara politik di hadapan mereka, saya sering berpikir, jangan-jangan nanti saya dicurigai untuk mendukung seseorang,” ujarnya.
Tentu saja, politik memiliki arti luas. Prof Miriam Budiardjo dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik menulis, “Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan dan melaksanakan tujuan-tujuan dari sistem itu.” Roger F Soltau dalam buku Introduction to Politics menulis, “Ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara negara dan warga negaranya serta dengan negara-negara lain.” J Barents dalam Ilmu Politika menulis, “Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara… yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat; ilmu politik mempelajari negara itu melakukan tugas-tugasnya.”   
Jadi, politik pada hakikatnya menawarkan berbagai pilihan kebijakan untuk mengurus negara dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya. Bahwa terdapat banyak penyimpangan dalam pelaksanaannya, tidak bisa kita pungkiri, tapi yang jelas politik bertujuan agar pemerintahan suatu negara terselenggara dengan baik. Dengan definisi tersebut, maka warga gereja seharusnya tidak perlu merasa “tabu” berbicara tentang politik, atau mengatakan bahwa politik itu bukan urusan gereja dengan alasan dapat mencemarkan kekudusan gereja. Ketika tinggal di bumi, Yesus sendiri tidak menghindar dari kegiatan politik. Ia pernah ditanya oleh orang-orang Farisi dan Herodian tentang  pajak, “Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” (Matius 22:17). Apa tanggapan-Nya? “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Matius 22:21). Bukankah membayar pajak kepada negara merupakan bagian dari aktivitas politik?
   Kita bisa pula mengambil pengalaman Nabi Yeremia pada masa Perjanjian Lama tentang kegiatan politik. Allah berpesan melalui Yeremia agar disampaikan kepada orang-orang Israel yang tinggal di pengasingan: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yeremia 29:7). Bukankah kegiatan politik begitu jelas terbaca dalam pernyataan itu?

Gereja harus turut bertanggung jawab terhadap kegiatan politik. Gereja tidak bisa berpangku tangan terhadap keputusan politik yang menindas rakyat. Sejarah mencatat, gereja berperan besar atas tumbangnya kediktatoran Marcos di Filipina (1986). Namun, dicatat pula, tewasnya jutaan orang di Jerman akibat membisunya gereja terhadap kebijakan penjahat perang Adolf Hitler.
Suksesi atau pemilihan kepemimpinan adalah salah satu bagian penting dari kegiatan politik. Sebagai warga negara, terlebih warga gereja, kita harus ikut bertanggung jawab untuk mensukseskannya. Ketiadaan pemimpin atau memilih pemimpin yang buruk akan membuat negeri di mana kita tinggal, (semakin) tidak sejahtera. Bukankah Allah meminta orang-orang Israel yang tinggal di pengasingan agar turut mengambil bagian dalam menyejahterakan negeri musuh (Babel) sekali pun? Adalah suatu keharusan kalau kita pun berdoa dan ikut ambil bagian dalam menyejahterakan negeri sendiri.
Patut kita perhatikan, biasanya sebelum pemilihan diadakan, sejumlah calon  akan mengunjungi rumah-rumah ibadah secara intensif. Menebar pesona. Membuat sejumlah janji. Tentu saja tidak ada yang salah dengan kegiatan-kegiatan itu. Semakin mereka mendekatkan diri kepada kita (calon konstituen), bukankah merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk lebih jauh mengenal karakter mereka? Namun, pertanyaan kita adalah di antara calon-calon, siapakah yang kelak akan kita pilih? Sebagai warga yang takut akan Tuhan, tentu saja kita memilih calon pemimpin bukan karena diiming-imingi oleh uang (money politics) atau faktor lain (suku, agama, hubungan keluarga). Namun, ingatlah, ketika kita memilih pasangan calon setelah menerima sesuatu dan mengabaikan karakter kepemimpinan, maka kita turut membuat bangsa ini selalu kerdil dalam berpolitik.

Cinta, Seks, dan Pacaran Dalam Terang Kristen







I.        PENDAHULUAN
            Setiap manusia  dalam dirinya selalu ada perasaan atau keinginan untuk mencintai maupun untuk dicintai, serta keinginan untuk menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenisnya. Oleh karena itu cinta, seks dan pacaran tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Seks juga memegang peranan dalam perjalanan cinta manusia. Akan tetapi peranan seks bukanlah hal yang boleh dilakukan pada saat laki-laki dan perempuan masih dalam status pacaran. Seks hanya dapat dilakukan setelah laki-laki dan perempuan yang berpacaran melewati jenjang pernikahan.
            Lalu, bagaimana pandangan Alkitab sendiri mengenai cinta, seks, dan pacaran?. Alkitab sendiri menyaksikan bahwa manusia tidak dilarang untuk menjalin hubungan dengan lawan jenisnya. Seks juga berasal dari Allah yang diberikan kepada manusia dengan tanggung-jawab. Dan seks boleh dilakukan bagi mereka yang telah terikat suatu hubungan pernikahan.

II.     TERMINOLOGI
2.1  Cinta
Dalam bahasa Yunani, cinta dapat diartikan dengan berbagai macam yaitu storge, eros, phileo, dan agape. Akan tetapi cinta yang dibahas dalam tulisan ini adalah cinta eros yang artinya cinta terhadap lawan jenis. Dalam hal ini, eros tidak selalu bersifat kedagingan tetapi mencakup sebuah gagasan akan kerinduan untuk bersatu dan hasrat untuk memiliki seseorang yang dicintai.[1]Kamus besar bahasa Indonesia mengartikan kata cinta dengan suka sekali, sayang benar, kasih terpikat (antara laki-laki dan perempuan), ingin sekali, berharap sekali, rindu, dan susah hati (khawatir).[2] Dalam bahasa Inggris cinta disebut dengan “love” dapat berarti rasa tertarik atau rasa sayang terhadap orang yang membangkitkan minat, ketertarikan yang sangat, yang hangat, rasa tertarik yang berdasar pada nafsu seks.[3]
Menurut John Powell cinta berarti bersedia melepaskan kesenangan kita, mengabdikan waktu kita dan bahkan ketenteraman kita demi peningkatan kepuasan, ketenteraman dan perkembangan orang lain. [4]

2.2  Seks
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia seks diartikan sebagai jenis kelamin, hal yang berhubungan dengan alat kelamin, seperti sanggama, berahi.[5] Dalam hal ini juga dijelaskan pengertian seksualitas dan seksual. Seksualitas artinya ciri, sifat, atau peranan seks, dorongan seks, kehidupan seks. Seksual artinya berkenaan dengan seks (jenis kelamin), berkenaan dengan perkara persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.[6]

2.3  Pacaran
Pacaran berasal dari kata dasar pacar yang artinya punya teman lawan jenis yang tetap (kekasih) dan mempunyai hubungan berdasarkan  cinta kasih.[7] Menurut Gilbert dan Reinda Lumoindong, pacaran adalah persiapan menuju pernikahan (Amos 3:3) “Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji”?.[8]
Pengertian berikutnya tentang pacaran adalah suatu proses dimana laki-laki atau perempuan menjajaki kemungkinan adanya kesepadanan di antara mereka berdua yang dapat dilanjutkan ke dalam perkawinan.[9] Agus M. Hardjana dalam bukunya yang berjudul “Kiat Berpacaran” mengartikan pacaran adalah suatu proses penyesuaian antara dua pribadi yang berbeda yang membutuhkan usaha keras untuk bisa sampai kearah sana (pernikahan).[10]

III. LANDASAN TEOLOGIS
3.1 Perjanjian Lama
Di dalam Perjanjian Lama, kisah percintaan Yakub dan Rahel dapat dijadikan sebagai landasan teologi cinta. Di dalam Perjanjian Lama cerita Yakub dan Rahel tertulis dalam Kej. 29:15-30. Di dalam Kej 29:15-30 diterangkan secara jelas bagaimana cintanya Yakub kepada Rahel sehingga rela melakukan apa saja demi mendapatkan Rahel.
Untuk mendapatkan Rahel, Yakub harus bekerja tujuh tahun pada Laban ayah Rahel. Yakub memenuhi persyaratan Laban dan akhirnya Yakub bekerja tujuh tahun lamanya tetapi karena cintanya kepada Rahel tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja. Namun, pada kenyataannya Yakub belum juga mendapatkan Rahel meskipun Yakub sudah bekerja tujuh tahun kepada Laban. Alasannya, karena di dalam tradisi tempat Laban tinggal tidak biasa mengawinkan adiknya terlebih dahulu baru kakaknya. Akhirnya Laban mengajukan persyaratan lagi kepada Yakub yaitu menggenapi tujuh hari perkawinannya dengan Lea dan Yakub harus bekerja tujuh tahun lagi pada Laban. Yakub akhirnya memenuhi persyaratan Laban lagi dan dia menggenapi tujuh hari perkawinannya dengan Lea sehingga akhirnya yakub mendapatkan Rahel dan bekerja tujuh tahun lagi pada Laban.
            Dari kisah ini maka Alkitab tidak pernah meniadakan cinta atau mengharamkan cinta. Cinta Yakub terhadap Rahel dapat dijadikan sebagai landasan teologis untuk cinta khususnya bagi muda/I Kristen yang berpacaran. Cerita Yakub dan Rahel hendak mengatakan bahwa di dalam cinta harus ada pengorbanan.
            Di Kej 1:27 dikatakan bahwa “Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, lai-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Dari ayat tersebut kelihatanlah bahwa ternyata seksualitas yang ada dalam diri manusia adalah dari Allah asalnya. Akan tetapi seksualitas manusia berbeda dari seksualitas makhluk-makhluk yang lain. Maksud (tujuan) seksualias manusia bukan saja untuk meneruskan jenisnya di dalam dunia seperti umumnya dilakukan oleh makhluk-makhluk lain. Fungsi seksualitas manusia lebih tinggi dan lebih suci.
            Di Kej 2:18 dituliskan pernyataan Allah yang mengatakan bahwa “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”. Dari pernyataan Allah itu ternyata Allah tidak menginginkan manusia hidup seorang diri saja di dunia ini. Allah menginginkan umat-Nya agar dapat menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis. Jadi, hubungan antara laki-laki dan perempuan tidak pernah bertentangan dengan kehendak Allah. Allah tidak pernah melarang laki-laki dan perempuan mempunyai hubungan kasih (pacaran) bahkan Allah menyetujui sampai bersatu sampai pernikahan.
            3.2 Perjanjian Baru
            Di dalam PB cinta Yusuf dan Maria dapat dijadikan sebagai landasan teologi untuk cinta, seks, dan pacaran. Dari cerita Yusuf dan Maria yang tertulis di Mat 1:18-25 dapat diambil suatu makna bahwa ternyata cinta itu harus dapat menerima orang yang dicintai apa adanya, dengan segala kekurangannya. Cinta tidak pernah mempermalukan orang yang dicintai meskipun kesalahan yang diperbuat sudah begitu menyakitkan. Dengan kata lain, cinta harus memaafkan kesalahan orang yang dicintainya dan tidak pernah mempermalukan yang dicintainya.
            Dari cerita Yusuf dan Maria yang bertunangan juga digambarkan bahwa meskipun mereka sudah bertunangan mereka tidak pernah melakukan hubungan intim seperti layaknya suami-isteri. Hal ini terbuktinya dengan terkejutnya Maria sewaktu dikatakan bahwa dia mengandung begitu juga dengan Yusuf yang terkejut mendengar berita itu bawah Maria mengandung. Oleh karena itu, di dalam hubungan yang masih menjalani tahap pacaran dan bertunangan seksualitas tidak boleh memainkan peranannya. Tuhan tidak pernah menghendaki umat-Nya untuk menggunakan seksnya dengan sewenang-wenang dan tidak pada tempatnya. Setiap laki-laki dan perempuan yang berpacaran dan bertunangan harus dapat mengendalikan diri demi masa depan nantinya.

IV. CINTA, SEKS, DAN PACARAN DILIHAT DARI SUDUT PANDANG KE-KRISTEN-AN
4. 1 Cinta
            Di dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan yang berpacaran memang wajar kalau ada ketertarikan fisik. Tetapi cinta (kasih) lebih dari daya tarik fisik saja. Kasih melibatkan keseluruhan orangnya: tubuh, nyawa dan roh. Kasih  mencakup kepercayaan, persekutuan, kesabaran, pengorbanan diri, saling melayani. Kasih tidak mencari keuntungan atau kepuasan diri (1 Kor 13). Cinta kasih yang murni tetap mengikat dua kekasih, meskipun tubuh yang indah dan wajah yang tampan sudah menjadi kenangan masa lalu.[11]

4.2 Seks
            “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya…laki-laki perempuan diciptakan mereka…” (Kej. 1:27). Dari ayat ini berarti perbedaan jenis kelamin (seks) termasuk dalam rencana penciptaan Allah. Allah menyebut hasil ciptaan-Nya “baik”. Manusia harus menerima dengan senang tubuh serta seksualitasnya. Orang Kristen tidak perlu malu, menolak atau pura-pura tidak mempunyai dorongan seksual. Orang Kristen harus menerima seksualitasnya sebagai pemberian Bapa Surgawi. Tetapi dalam penggunaan seks ini dapat disalahgunakan. Allah memberikan seksualitas kepada manusia disertai tanggungjawab untuk mempergunakannya sesuai dengan kehendak-Nya, bukan dipakai sewenang-wenang. Mengagung-agungkan seks dan menomorsatukannya adalah sikap yang dikutuk Allah (Roma 1:24-27).[12]
            Hubungan seksual yang dikehendaki oleh Tuhan adalah hubungan seksual yang langsung (persetubuhan) dari suami istri karena hubungan itu suci. Tetapi manusia yang berdosa menyalahgunakannya untuk kepentingannya sendiri. Dan dengan itu manusia merendahkannya menjadi “alat pemuasan nafsu”[13]
            Dalam 1 Tim. 5:22 Paulus  berkata “jagalah kemurnian dirimu”. Nats ini perlu diterapkan dalam kehidupan kaum muda. Kaum muda yang perhatian utamanya hanya tertuju kepada seks dalam berkencan adalah orang yang  bingung, tidak dewasa, mungkin tidak yakin akan dirinya sendiri dan boleh jadi sakit secara emosi. Hubungan seks bukan dimaksudkan untuk menghasilkan cinta kasih, tetapi sebagai cara untuk menyatakan cinta yang telah ada cinta kasih antara suami istri. Percobaan hubungan seks tanpa cinta, nilainya murah dan menghancurkan suatu hubungan di antara pemuda dan pemudi.[14]
            Di dalam 1 Tes 4:7 dikatakan bahwa Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Ayat ini sangat penting dan berlaku bukan hanya bagi laki-laki dan perempuan yang masih belum diikat oleh pernikahan dan bagi mereka yang sudah menikah. Berikut ini pernyataan/pandangan Alkitab tentang seks:[15]
  1. Hubungan seks hanya diizinkan bagi yang sudah menikah serta diberkati Allah (Kej. 2:24, Kid. 2:7). Melalui pernikahan suami dan istri jadi satu daging menurut kehendak Allah. Kesenangan jasmaniah dan emosional dalam pernikahan yang setia telah ditetapkan dan Allah menghormatinya.
  2. Yang berhak untuk melakukan hubungan seksual hanya yang sudah menikah. Ajaran kontemporer yang mengatakan bahwa hubungan seksual di antara kaum  muda dan orang dewasa yang belum menikah tetapi sudah bertunangan dapat diterima. Hal ini benar-benar bertentangan dengan kekudusan Allah dan  norma-norma kekudusan. Allah secara tegas melarang setiap bentuk “hubungan seksual dengan” siapa saja yang bukan suami atau isteri yang sah (Im 18:6-30; 20:11,17).
  3. Orang percaya harus bisa menguasai diri dalam kaitannya dengan semua hal yang mengarah kepada perbuatan seksual pranikah. Alkitab menyebutkan penguasaan diri sebagai salah satu aspek buah roh (Gal.5:22-24).
4. 3 Pacaran
            Pacaran adalah suatu proses di mana seorang laki-laki atau seorang perempuan menjajaki kemungkinan adanya kesepadanan di antara mereka berdua yang dapat dilanjutkan ke dalam jenjang pernikahan.
Tahap-tahap Pacaran. Ada 3 tahap pacaran yaitu:[16]
1.       Tahap Perkenalan
Sebelum menjalin hubungan yang disebut dengan pacaran, tahap perkenalan merupakan tahap di mana seorang laki-laki dan perempuan berusaha saling mengenal dengan mencari kesamaan persepsi, pandangan dan tujuan hidup, dan juga melihat hal-hal yang tidak sama di antara keduanya. Biasanya orang jatuh cinta karena ada kesamaan, bukan hanya karena perempuan itu cantik atau laki-laki itu tampan (ganteng).
2.      Tahap Penjajakan
Pada tahap ini akan menentukan apakah hubungan akan terus berlanjut atau sebaliknya akan berhenti. Tahap ini adalah tahap observasi dan pengenalan yang masih terus berlangsung, berusaha untuk mengenal kepribadiannya lebih dalam lagi. Dengan kata lain, tahap ini sering disebut dengan tahap uji cinta.
Walter Trobisch, seorang pendeta dari Kamerun menuliskan beberapa batu uji cinta. Menurut dia dalam melakukan tahap uji cinta, ada 3 hal yang dilakukan :
  • Ujian kesetiaan,
Amsal 19:22: Sifat yang diinginkan pada seseorang adalah kesetiaannya. Dalam pacaran, kesetiaan perlu diperhatikan. Orang yang tidak setia selama pacaran, biasanya juga orang yang tidak setia ketika sudah menikah.
  • Ujian pertengkaran
Setiap muda-mudi yang berpacaran selalu mengalami yang namanya pertengkaran baik itu karena beda pendapat, karena cemburu atau karena masalah lainnya. Setiap pertengkaran yang terjadi bertujuan untuk melihat apakah pasangan muda/i dapat menyelesaikan masalah tersebut atau sebaliknya lari dari masalah yang berakibat putusnya hubungan.
  • Ujian waktu,
Dalam ujian waktu dapat menentukan apakah kita benar-benar jatuh cinta pada si dia atau hanya terpikat kecantikan atau kegantengannya saja. Di dalam ujian waktu segala bentuk sentuhan fisik harus dihindari kalau tidak akan berakibat buruk atau fatal.
3.      Tahap Pengambilan Keputusan
Di dalam pengambilan keputusan untuk pacaran harus benar-benar melalui tahap penjajakan di atas dengan baik. Pengambilan keputusan haruslah menyerahkannya kepada Tuhan. Dalam hal mengambil keputusan faktor yang terpenting bukan “aku” tetapi Tuhan. Setelah benar-benar pacaran, Tuhan juga harus senantiasa dilibatkan dalam pacaran.

V. TUJUAN PACARAN
Pacaran adalah usaha untuk memadukan dua pribadi yang berbeda dengan tujuan agar terjadi saling kesesuaian, keterpaduan hati, pikiran, kehendak, cita-cita, perilaku, kerja, dan keseluruhan hidup. Dengan modal saling sesuai dan cocok itu, pasangan pacar dapat saling memahami, menerima, mendukung, dan membantu dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan bersama, serata mengatasi kesulitan-kesulitan dan masalah-masalah yang dijumpai.[17] Dalam berpacaran, dua manusia saling memberikan kepenuhan pribadinya satu terhadap yang lain atas dasar cinta kasih. Cinta menjadi dasar hubungan dalam pacaran dalam lingkup usaha untuk memberi dan tidak hanya menerima (tampak pengorbanan).

VI. MEMELIHARA HUBUNGAN DENGAN PACAR[18]
Demi kebaikan pasangan pacar dan proses perjalanan menuju ke jenjang perkawinan, selama berpacaran pasangan pacar sebaiknya menjaga hal-hal sebagai berikut:
  1. Pasangan pacar bertindak bijak dengan tidak melakukan hal-hal yang membawa dampak panjang yang belum siap, yaitu berbuat seolah-olah sudah menjadi suami-istri. Perbuatan seperti itu belum tentu merupakan ungkapan cinta, melainkan sekedar pelampiasan nafsu seks, terbakar oleh panasnya dorongan naluri, sekedar memenuhi keingintahuan atau iseng belaka. Terutama dari pihak pacar perempuan, tindakan itu dilakukan dengan harapan bahwa pacar laki-laki mau menjadikannya isteri. Terbius oleh harapan sepihak itu, pacar perempuan merelakan diri dengan dalih untuk membuktikan cintanya. Entah siapa yang memanfaatkan, dimanfaatkan, atau saling memanfaatkan. Perbuatan itu dapat membawa derita panjang karena perbuatan itu dilakukan tanpa ikatan apa-apa kecuali ikatan pribadi yang hanya diketahui secara pribadi dan tidak resmi. Karena belum ada ikatan formal, hubungan pacar dapat putus entah oleh satu atau kedua belah pihak. Jika pemutusan itu terjadi, terutama pihak perempuan akan merasa dirugikan. Maka, dalam  masa pacaran sebaiknya pasangan pacar dapat menjaga diri.
  2. Pasangan pacar sebaiknya tidak terlalu sibuk dan tenggelam dalam urusan-urusan rasa dan ungkapan cinta saja. Selama pacaran, pasangan pacar sebaiknya membicarakana masa depan secara sungguh-sungguh, misalnya perumahan, pengaturan ekonomi, keuangan dan seluk beluk keluarga, pengarahan dan pendidikan anak, peningkatan dan pengembangan diri, cara yang diambil jika kelak terjadi ketegangan dan konflik, hubungan dengan keluarga masing-masing serta sanak saudara. Membahas bersama hal seperti diatas merupakan antisipasi yang baik untuk menempuh hidup keluarga. Jika pada kenyatannya masalah-masalah muncul dari hal-hal itu, pasangan pacar yang sudah menjadi suami-isteri sudah siap.
  3.  Pada dasarnya muda/i yang berpacaran selalu menganggap dunia ini serasa milik berdua. Meskipun demikian selama pacaran pasangan pacar perlu menjaga perilaku agar tidak mengganggu masyarakat. Harus ada penyesuaian perilaku dengan tempat dan waktu. Jangan misalnya, pasangan pacar saling bertindak tidak pada tempatnya dan melampaui batas. Pasangan pacar juga harus  menjaga perasaan masyarakat di mana mereka berada.
  4. Selama pacaran pasangan pacar sebaiknya terus berusaha saling mengenal pribadi masing-masing. Jika ada sifat-sifat pada salah satu pihak yang dalam keluarga nantinya dapat mengganggu, sebaiknya dibicarakan. Jangan pernah berandai-andai sifat-sifat itu akan hilang. Ini sikap menipu diri. Sifat-sifat buruk yang sudah terbina bertahun-tahun tidak mungkin hilang dalam sekejap bahkan di dalam keluarga yang penuh cinta sekalipun.
  5. Selama berpacaran, pasangan pacar sebaiknya tetap menjaga dan memelihara hubungan dengan teman, sahabat, dan orang-orang dekat lainnya seperti saudara dan sanak saudara. Jangan sampai bersikap mentang-mentang sudah mempunyai pacar, lalu  setiap detik, menit, jam, hari, atau setiap saat selalu berdua saja dengan pacar, tidak pernah berkumpul dan berinteraksi dengan orang lain. Berpacaran itu mengandung banyak masalah dan bisa saja putus. Jika selama berpacaran tidak pernah berhubungan, berkumpul, dan berinteraksi dengan teman-teman, sahabat-sahabat, dan orang-orang dekat lainnya, maka pada waktu menjumpai masalah dalam berpacaran, orang yang berpacaran itu tidak mempunyai orang lain untuk berbagi atau membantu memecahkan masalah.

VII. PRINSIP DASAR TENTANG CINTA, SEKS, DAN PACARAN
      Berikut ini beberapa prinsip dasar tentang cinta, seks dan pacaran:[19]
  1. Seks adalah ciptaan Tuhan, suatu ide dari Tuhan, jadi sesuatu yang baik dan murni. Tuhan merencanakan dan menganugerahkan manusia dengan dorongan-dorongan yang merupakan daya tarik alamiah terhadap manusia dari kelamin lain.
  2. Karena Tuhan menciptakan dorongan-dorongan seks dalam diri manusia, maka seharusnyalah manusia memperlakukan dorongan-dorongan itu dengan tujuan penciptaan Allah sendiri. Sama halnya juga dengan hal-hal baik lainnya yang dapat disalahgunakan secara berlebih-lebihan sehingga akhirnya menjadi dosa. Apabila Tuhan melarang seorang pemuda membina hubungan yang sangat intim dengan seorang pemudi sebelum perkawinan, hal ini bukan berarti bahwa Tuhan tidak menghendaki manusia merasa senang. Justru, Tuhan telah memberikan manusia petunjuk sehingga manusia dapat memperlakukan anugerah itu sesuai tujuan penciptaan-Nya tanpa menghilangkan kebahagiaan manusia.
  3. Berciuman, berpelukan dan bermesraan diciptakan oleh Allah sebagai langkah-langkah yang dengan sendirinya menuju ke arah keintiman. Karena itulah perasaan kecewa akan dialami oleh kedua belah pihak apabila langkah-langkah tersebut (ciuman, pelukan, dan sebagainya itu) terhenti sebelum mencapai keintiman. Karena memang semua ini diciptakan oleh Allah sebagai permulaan ke arah persetubuhan.
  4. Dari hasil persetubuhan akan dapat menghasilkan anak. Itulah sebabnya keintiman semacam ini hanya dapat dibenarkan di dalam suatu perkawinan di mana kedua muda-mudi telah berjanji untuk sehidup-semati hingga dapat bersama-sama bertanggung jawab pada anak-anak sebagai hasil keintiman.
  5. Suatu perhubungan intim di luar perkawinan mengakibatkan perasaan bersalah dan kecewa. Di luar perkawinan perhubungan cinta tidak wajar dan harus sembunyi-sembunyi, diliputi suasana ketakutan jangan sampai perbuatan itu diketahui oleh orang lain. Bagi si gadis berkecamuk perasaan tidak aman kalau-kalau jadi hamil dan tidak ada pertanggungjawaban dari si pria. Dengan demikian, perasaan bersalah ketakutan dan perasaan tidak aman hampir-hampir merusak seluruh keindahan seks di luar perkawinan.

VIII. MOTIVASI PACARAN
Sebenarnya apa sich motivasi berpacaran? Kebutuhan atau gengsi?
  1. Pacaran hanya untuk bergaul yang dipengaruhi oleh lingkungan, teman.
  2. Pacaran yang dipengaruhi karena menonton sinetron, baca majalah atau novel yang membuat kita terhanyut untuk berpacaran.
  3. Pacaran hanya karena kasihan.
  4. Pacaran karena pengaruh ekonomi, ada sebutan cowok/cewek matrek.
  5. Pacaran karena merasa suatu kebutuhan akan masa depan.
  6. Pacaran karena adanya cinta sejati yang timbul dalam hati.
So, coba tanya kepacar kamu sekarang, dia mau jalan bareng karena merasa itu demi gengsi atau sebab memang butuh?

IX. PACARAN MENUJU TEMAN HIDUP
Berpacaran hendaknya berorientasi kepada masa depan. Pacaran adalah tahap yang ingin ditempuh untuk saling mengenal lebih dalam dan jenjang persiapan menuju teman hidup. Memilih teman hidup adalah tugas yang sulit karena harus melalui banyak pertimbangan untuk tercapainya kesesuaian.
Memilih teman hidup yang dengan pemikiran dan pertimbangan yang bijaksana berarti pilihan harus benar-benar melalui proses pertimbangan bukan berdasarkan cinta yang berorientasi pada nafsu atau pandangan fisik/jasmani. Cinta karena nafsu merupakan cinta yang tidak benar kerena lebih memperhatikan keadaan luar atau fisik, maka cinta yang seperti ini akan cepat berubah dan menimbulkan kebosanan. Maka bedakanlah :
 “aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu”
 “aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu”

X. HAL-HAL YANG BISA DAN YANG TIDAK BISA DILAKUKAN DALAM BERPACARAN
Perbuatan-perbuatan yang melanggar norma-norma kesopanan dan kesusilaan dilarang keras dalam berpacaran. Untuk itu, mengenai apa yang bisa dan apa yang tidak bisa dilakukan dalam berpacaran akan dibagi dalam 3 zona, yaitu :
  1. Zona putih
Berjalan bersama, berpegangan tangan, saling bertatapan, belajar bersama, dan segala sesuatu yang berada dalam sikap yang wajar dan yang positif.
  1. Zona abu-abu
Cium pipi, kening. Hal ini dimasukkan ke dalam daerah abu-abu adalah karena cium pipi atau kening dapat mengakibatkan dosa apabila disertai dengan nafsu, dan tidak akan mengakibatkan dosa apabila tidak disertai nafsu/ keinginan daging.
  1. Zona hitam
Berciuman bibir yang melanjut pada perlakuan yang dimaksudkan dalam hubungan suami-istri. Tertarik pada seseorang secara fisik adalah kewajaran. Tetapi yang pasti adalah bahwa kasih jauh lebih dari daya tarik fisik. Kasih yang dimaksud mencakup kepercayaan, pesekutuan, kesabaran, pengorbanan diri, dan tidak mencari keuntungan sendiri. Cinta kasih yang murnilah yang mengikat dua kekasih dalam terang Kristus.
Sebagai pemuda dan pemudi Kristen, yakinlah bahwa Allah menyediakan yang terbaik bagi anak-anakNya, tetapi manusia sering ingin lebih tahu mengenai siapa yang akan menjadi teman hidupnya kelak. Oleh karena itu, serahkanlah masa depanmu kepada Tuhan karena jika kita telah berdoa maka Allah akan memberi dan menjawab doa kita.
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Dia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)

Sebuah Ilustrasi CINTA = BUS
            Sebuah bus datang, dan kamu bilang “wah….bus ini terlalu penuh, gak bisa duduk nih! Aku nunggu bus berikutnya saja”. Kemudian bus berikutnya pun datang. Kamu melihatnya dan berkata, “aduh……busnya sudah tampak tua dan jelek begini….gak mau ah….”. bus selanjutnya datang, tetapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melawatimu saja. Bus keempat berhenti di depan kamu. Bus itu kosong, kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, “nggak ada AC nih, aku bisa kepanasan”, maka kamu membiarkan busnya pergi. Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi kuliah. Ketika bus kelima datang, kamu langsung saja melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar bahwa kamu salah menaiki bus. Karena bus tersebut jurusannya bukan menuju kampusmu!!!!!!   
Begitu halnya dengan mencari pasangan. Jangan sampai pasangan yang kamu pilih karena telah dipaksa oleh umur yang semakin tua  bukan karena cinta.




  Salah memilih Tuhan akan binasa selama-lamanya
Salah memilih teman hidup, menderita seumur hidup.
Inilah dua hal terpenting dalam kehidupan kita



Selamat mencari bersama dengan Tuhan


[1] Samuel W, Pasti Ada Apa-apa dengan Cinta dan Pacaran, (Yogyakarta: PBMR Andi), 2004, hlm.8
[2] Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, (Jakarta: Balai Pustaka), 2005, hlm. 214-215
[3] E. Tzer Wong, Jatuh Cinta, (Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka), 1987, hlm. 92
[4] John Powell, Rahasia cinta Lestari, (Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka), 1995, hlm 33-34
[5] Kamus Pusat Bahasa, Op.cit, hlm 1014
[6] Ibid, hlm. 1015
[7] Ibid, hlm. 807
[8] Gilbert & Reinda Lumoindong, Buku Pintar Konseling Pacaran, (PT Betlehem Publisher), 2003, hlm.99
[9] Redaksi PAK-PGI, Suluh Siswa, (Jakarta: Gunung Mulia), 2002, hlm. 17
[10] Agus M. Hardjana, Kiat Berpacaran, (Yogyakarta: Kanisius), 2002, hlm. 88
[11] Lea Santoso & Jimmy Kuswadi, Memulai Hidup Baru, (Jakarta: Perkantas-Divisi Literatur), 2003, hlm. 66
[12] Ibid, hlm. 65
[13] J. L. Ch. Abineno, Seksualitas dan Pendidikan Seksual, (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 2002, hlm 7
[14] Herbert J. Miles, Sebelum Menikah Fahamilah dulu Seks, (Jakarta: Gunung Mulia), 2000, hlm. 53-54
[15] Samuel W, Op.cit, hlm.. 63-64
[16] Ibid, hlm 30-36
[17] Agus M. Hardjana, Op. cit, hlm. 42
[18] Ibid, hlm. 37-41
[19] Ron Thurman, Pacaran dan Perkawinan, (Malang: Gandum Mas), 1997, hlm. 6-9

Selasa, 30 Mei 2017

TB SILALAHI


Letaknya: TB Silalahi Center berada di Jalan Pagarbatu No.88, Desa Silalahi Pagarbatu Balige, Kabupaten Toba Samosir. Lokasi tempat TB Silalahi Center ini berdiri, dulunya adalah lahan yang digunakan oleh Pabrik air minum Aeroz. Lokasi ini, mulai dari lokasi parkir sampai dengan kolam renang TB Center (Pagarbatu) memiliki luas lahan sekitar 2,6 Ha.

Setelah Soft Opening Museum Batak TB Silalahi Center pada tanggal 18 Desember 2010 bulan lalu yang dihadiri oleh Bapak Lambock Nahatands Wakil Sekretaris Kabinet, Wakil Gubernur Sumatra Utara Dan Para Bupati dari beberapa kabupaten yang mengisi 6 puak Batak,  Museum Batak ini akan segera diresmikan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Januari 2011 di komplek TB Silalahi Center Desa Pagar Batu, Balige Kabupaten Toba Samosir. Berbagai persiapan untuk penyambutan Presiden pun sudah dilakukan cukup matang dengan bekerjasama dengan berbagai pihak.
Dan direncanakan juga pada saat Grand Opening tersebut akan ada Penganugerahan pakaian Kebesaran Adat Batak kepada Bapak Presiden RI dan Ibu Negara yang dilakukan oleh 6 Pemuka Lembaga Adat 6 Subetnis Batak

Selanjutnya Museum Batak ini siap menjadi objek wisata sekaligus tempat untuk melihat dan mempelajari benda-benda kuno serta kebudayaan warisan leluhur bangsa Batak.
Bangunan berarsitektur modern ini memiliki 3 lantai dan lahan kurang lebih seluas 5 hektare. Meliputi outdoor museum seluas1.536 m2 yang terdiri dari kantor, ruang CCTV, laboratorium, ruang pelayanan dan ruang utilitas. Lantai 2 berada di area seluas 1.340 m2 dengan fasilitas ruang pamer indoor tetap, ruang pamer temporer, ruang pamer benda khusus, ruang audio visual, dan ruang edukasi. Di lantai 3 merupakan atap museum sebagai mini kafe dan viewing peck. Di bagian depan gedung, terdapat diorama 6 puak Batak yakni, Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Pakpak Dairi, dan Angkola.
Museum Jejak Langkah dan Sejarah TB Silalahi dibagi menjadi dua, yaitu taman perjuangan dengan luas sekitar 1100 m2 yang sekaligus menjadi halaman depan kompleks TB Silalahi Center dan Museum Indoor dengan luas 400 m2.
Di Taman Perjuangan ini terpajang Kendaraan Tank AMX yang merupakan Tank Komando Batalyon Kavaleri 8/Kostrad. Mayor TB Silalahi adalah Komandan Batalyon ini pada kurun waktu 1972-1975. Disamping itu terdapat juga Helikopter Serbu BO-105 yang sering dipakai oleh TB Silalahi selama bertugas secara aktif di tni ad.
Ditengah taman terdapat Patung TB Silalahi beserta patung harimau (macan) yang merupakan simbol dari kesatuan-kesatuan yang pernah beliau lewati. Kesatuan tersebut adalah Kodam Siliwangi dan juga Batalyon Kavaleri 8/Kostrad.Sekaligus juga merupakan shio dari tanggal lahirnya, yang dalam ilmu perbintangan Cina merupakan salah satu Shio terbaik karena membawa keberuntungan.
Masuk kedalam museum indoor, pengunjung dapat melihat foto 6 presiden RI mulai dari Presiden Soekarno sampai dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini menunjukkan keterlibatan beliau dalam sejarah
panjang perjuangan bangsa dan negara Republik Indonesia.
Secara sistematis foto demi foto disusun, banner demi banner diletakkan sehingga para pengunjung bisa
memahami dengan jelas perjalanan hidup beliau mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, saat mengabdi sebagai prajurit TNI AD, saat menjadi anggota kabinet sebagai menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan saat menjadi Tokoh masyarakat yang terlibat dalam bidang kemanusiaan, keagamaan, dan sosial budaya.
Didalam museum disimpan berbagai berbagai Pakaian Dinas TNI-AD. Mulai dari pakaian siswa taruna Akmil
TNI, pakaian dinas upacara, pakaian dinas lapangan, dan pakaian dinas harian yang digunakan selama aktif di TNI AD. Juga dipajang pakaian dinas kontingen garuda untuk PBB, Toga waktumendapatkan gelar DR (HC) dari Universitas Gregorio Araneta Filipina, pakaian dinner party Asrena
KASAD (1985-1988) dan juga pakaian dinner party Menteri Kabinet Pembangunan VI (1993-1998). Disamping pakaian kedinasan juga dipanjang pakaian daerah suku Bugis Makasar dan juga pakaian suku Melayu yang diberikan oleh Kesultanan Deli (2007), dimana kedua suku itu telah mengangkat beliau menjadi warga kehormatan. Suatu bukti betapa pengaruh dan keberadaannya melintasi rasa kesukuan, rasa kedaerahan, dan rasa keagamaan.
Pataka MABESAD, KODAM Siliwangi, KODAM Hasanuddin, dan KODAM Diponegoro, dan KOSTRAD digantung dengan rapi di dinding ruangan sebagai bentuk dari perjalanan beliau melewati berbagai kesatuan sampai penugasan terakhir sebagai prajurit TNI.
Ditengah ruangan terdapat sebuah mobil dinas PBB, jeep M-16 yang merupakan mobil yang digunakan oleh Mayor Kavaleri TB Silalahi untuk melakukan inspeksi pasukan perdamaian PBB (UNEF) di gurun Sinai pada musim gugur 1974. Beliau menjabat sebagai Camp Commandant di Markas UNEF di Kairo Mesir yang bertugas menjaga perdamaian akibat perang antara Mesir dan Israel. Bendera yang tergantung di
plafond ruangan yang meliputi PBB, Indonesia, Mesir, Israel, Suriah, dan Jordania merupakan negara dan organisasi yang terlibat dalam misi perdamaian.
Bintang-bintang dan tanda kehormatan termasuk Bintang Mahaputra sebagai salah satu putra terbaik Indonesia juga disimpan didalam museum ini. Koleksi juga meliputi banyak
kenang-kenangan dari berbagai pejabat pemerintah negara asing seperti dari Presiden Bill Clinton, Presiden Fidel Ramos dll. Dalam kapasitas sebagai seorang pengajar, dimuseum ini juga disimpan banyak kenang-kenangan karena menjadi keynote speaker dalam berbagai seminar nasional.

Koleksi belumlah berhenti sampai disitu, masih banyak lembaran sejarah yang harus dilewati. Museum ini adalah motivasi bagi generasi muda bahwa kunci sukses adalah kombinasi antara belajar keras dan bekerja
keras. Kemiskinan tidak pernah menjadi halangan untuk mencapai masa depan yang cerah...



Profil TB. Silalahi
2008-12-01
Oleh ramces

kandunganultahTiopan Bernhard Silalahi dilahirkan di Pematang Siantar pada tanggal 17 April 1938, ditengah-tengah keluarga yang berkecukupan pada saat itu karena Ayahnya adalah seorang supir pibadi seorang Belanda yang menjabat sebagai kepala perkebunan di daerah Sidamanik dan Tiga balata.

Pada umur tiga tahun, keluarga TB Silalahi pindah ke kampung halaman mereka Pagarbatu Balige. Sebagai orang yang berkecukupan, ayahnya mampu membeli bis yang digunakan untuk mencari nafkah. Akan tetapi kebahagiaan itu memudar seiring dengan kedatangan penjajahan Jepang. Disamping itu ayahanda beliau jatuh sakit yang akhirnya meninggal dunia pada saat TB Silalahi berumur 5 tahun.
Selama ayahanda beliau dalam perawatan sampai meninggal, kehidupan TB. Silalahi kecil hidup dalam serba kekurangan karena seluruh harta terpaksa harus dijual untuk membiayai pengobatan ayahanda tercinta ditengah-tengah sulitnya kehidupan pada saat itu. Ibunda tercinta yang sedang mengandung adik bungsunya terpaksa menjadi buruh pemecah batu bagi perintah Jepang yang sedang membuka jalan.
Penderitaan TB. Silalahi kecil berlanjut hingga beliau masuk ke sekolah rakyat yang membuatnya berbeda dengan anak-anak yang lain pada saat itu, beliau terpaksa harus menahan lapar saat menggembalakan kerbau dan memakan harimonting dan serangga untuk sekedar mengganjal perut, tetapi seiring dengan menyerahnya Jepang terhadap Sekutu dan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, kehidupan keluarga TB. Silalahi kecil sedikit membaik karena ibunda tercinta mempunyai kesempatan berdagang beras ke Sumatera Timur khususnya ke Medan, dan sebaliknya membawa barang-barang kelontong dari Medan untuk dijual di Balige. Keluarga TB. Silalahi kecil kembali mengalami penderitaan ketika Ibunda tercinta dirampok oleh pasukan liar di Batu Lubang, seluruh barang dagangannya dirampas berikut uang yang merupakan modal usaha.
http://www.tbsilalahicenter.com/tinymce/uploaded/Profil/sma.jpgKondisi ini memaksa TB. Silalahi kecil untuk berjuang bersama orangtua dengan membantu berjualan di pasar setiap hari Jumat. Karena tidak mau merepotkan sang ibu TB. Silalahi kecil juga bekerja sebagai penjual es cendol, mencuci mobil, menjadi kacung tenis, mencap kertas rokok untuk sekedar membiayai sekolah dan hidup mandiri, hal itu berlanjut hingga beliau duduk di bangku SMA yang membentuknya menjadi manusia yang berjiwa besar dan mandiri. TB. Silalahi kecil juga dikenal sebagai anak yang hadal atau lebih tepatnya adalah anak yang hiperaktif, berani, dan selalu tampil sebagai pemimpin, beliau tidak takut memasuki daerah-daerah yang diyakini sangat angker oleh penduduk kampungnya.

http://www.tbsilalahicenter.com/tinymce/uploaded/Profil/ITB.jpgSetelah menyelesaikan pendidikan SMA, TB. Silalahi berhasil lulus seleksi dan akhirnya mengecap perkuliahan di ITB jurusan Arsitektur, sebuah perguruan tinggi yang sangat terkenal hingga saat ini, beliau terinspirasi oleh Presiden Soekarno yang juga alumni dari Teknik Sipil ITB. Tetapi tersendatnya biaya kuliah karena sulitnya kehidupan di kampung halaman memaksa TB. Silalahi untuk mengubur impiannya menjadi seorang arsitek, tetapi hingga saat ini jiwa arsitek beliau selalu mencul dengan ide-ide yang luar biasa.
http://www.tbsilalahicenter.com/tinymce/uploaded/image/taruna.jpgAkhirnya ditengah-tengah kesulitan biaya kuliah, Akademi Militer Nasional ( AMN ) di Magelang membuka kesempatan untuk pemuda-pemuda Indonesia untuk mengikuti pendidikan militer, dan TB. Silalahi berhasil lolos seleksi dan menjadi Taruna Militer selama 3 tahun ( 1958 – 1961 ). Sesungguhnya menjadi prajurit adalah cita-cita beliau sejak kecil tetapi pihak keluarga tidak pernah merestui cita-cita tersebut. Setelah menjalani pendidikan di AMN, penugasan demi penugasan dijalani TB. Silalahi. Pengabdian di bidang militer diawali sebagi Danton Yonkav 4 Siliwangi dalam operasi Kamdagri di Jawa Barat (1962),http://www.tbsilalahicenter.com/tinymce/uploaded/Profil/PBB2.jpgWadanki dalam operasi Kamdagri di Sulawesi Selatan (1963-1965) bersamaan dengan operasi Dwikora. Danyonkav 8 Tank Kostrad (1972), ke Timur Tengah sebagai pasukan PBB pada perang Oktober 1973 antara Israel dan Mesir sebagai Camp Commandant UNEF Middle East di Kairo. Dosen Sesko AD (1974), Asops Kasdam XVI Hasanuddin di Ujung Pandang (1978), Kasdam IV Diponegoro (1984) dan Asisten Perencanaan dan Anggaran KASAD (1986) dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.
http://www.tbsilalahicenter.com/tinymce/uploaded/Profil/letjen.jpgSejalan dengan penugasannya, TB Silalahi memanfaatkan waktunya dengan mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung sampai sarjana muda (1968) dan mendapatkan S1 pada Sekolah tinggi Hukum Militer dengan predikat Cumlaude (1995). Atas prestasinya dalam bidang pemerintahan dan sosial, ia beroleh gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gregorio Araneta, 8 agustus 1996 di Manila, Filipina. Karir militernya dilanjutkan dengan tugas karya sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi (1988). Pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto (1993), Kabinet pembangunan VI, Ia mendapat kepercayaan menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal TNI. Tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat TB Silalahi menjadi penasehat presiden yang kemudian pada tahun 2006 menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan pada tahun 2007 diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam bidang pertahanan dan keamanan.
http://www.tbsilalahicenter.com/tinymce/uploaded/Profil/sulawesi.jpgKenangan indah yang selalu membekas didalam hatinya adalah persaudaraan yang tulus dan tidak pernah putus dengan masyarakat Kabere, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Sewaktu TB Silalahi sebagai Wadanki bersama anak buahnya datang ke desa Kabere, penyambutan seluruh warga sangat hangat. Ia beserta seluruh anak buahnya bertugas selama setahun didesa tersebut dan tinggal di rumah-rumah penduduk. Selama setahun itu pula, mereka diberi makan sehari-hari oleh penduduk sebagai ungkapan rasa terima kasih karena kehadiran tentara menimbulkan rasa aman di desa mereka. Hal yang paling patut dicatat dari hubungan persaudaraan ini adalah pada saat TB Silalahi diangkat menjadi Menteri Pendayagunaan Negara olehPresiden Soeharto. Secara spontan lebih kurang 10o0 orang masyarakat Kabere melakukan sholat syukur untuk pengangkatan tersebut. Acara ini dimuat dalam sebuah koran lokal di Ujung Pandang sehingga diketahui masyarakat umum di Sulawesi Selatan. Oleh masyarakat kabere, TB Silalahi adalah seorang anak sekaligus saudara. Oleh karena itu, TB Silalahi diangkat menjadi warga kehormatan Bugis oleh Masyarakat Kabere.
Menurunnya mutu pendidikan di Bonapasogit, menggerakkan hati TB. Silalahi untuk turut serta bertanggungjawab, bersama teman-teman masa kecilnya (Alumni SMA Soposurung) beliau mendirikan Yayasan Soposurung, berupa sebuah asrama yang menampung siswa/i lulusan SMP yang terpilih melalui seleksi yang ketat untuk melanjutkan pendidikan di jenjang SMA, setiap tahun 40 orang putra-putri terbaik bonapasogit (sejak 2008 menjadi 80 orang) digembleng mental dan karakternya disamping mengikuti pendidikan formal di sekolah (SMAN 2 Balige). Konsep ini dikenal dengan istilah SMA Plus yang kemudian ditetapkan oleh Presiden Soeharto sebagai sekolah percontohan di seluruh Indonesia. Pekerjaan tidak sia-sia, saat ini ratusan alumni sedang menempuh kuliah diberbagiai perguaruan tinggi terbaik di Indonesia. Juga ratusan alumni sudah bekerja diberbagai bidang pekerjaan, swasta maupun negeri. Dalam maupun luar negeri.

Profil TB. Silalahi dapat dibaca dengan lengkap dalam buku autobiografi yang ditulis beliau sendiri dengan judul "TB. Silalahi, Anak Hadal" dan " TB. Silalahi Bercerita tentang Pengalamannya".
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
:
DR. TB Silalahi, SH
Tempat/Tgl Lahir
:
Pematang Siantar, 17 April 1938
Pendidikan
:
  1. Militer
    1. Akademi Militer Nasional (1958 – 1961)
    2. Kupaltu Kav (setingkat Kursus Dan Ki), lulus terbaik (1965)
    3. Kursus Guru Perang Nuklir Biologi dan Kimia, lulus terbaik (1966)
    4. Suslapa Kav ( Kursus Dan Yon), lulus terbaik
    5. Seskoad (1971-1972)
    6. Defence Management Course, Monterey (USA) (1976)
    7. Sesko ABRI, lulus terbaik (1977)
    8. International Peace Keeping Training, Wina, Austria (1979)
  2. Kepemimpinan Nasional 
    Lemhannas KRA XVI, lulus terbaik, Bintang Seroja/Garuda (1983)
  3. Umum
    1. Sarjana Muda Hukum Univ. Padjajaran, Bandung (1966 – 1969)
    2. Executive Program, Stanford University USA, National University of Singapore (1992)
    3. Sarjana Hukum STHM, Jakarta, Cum Laude (1996 - 1997)
    4. Doctor HC, Gregorious ArenataUniversity, Manila dalam bidang Administrasi Negara (1997)
  4. Riwayat Jabatan, antara lain
    1. Dan Yonkav 8/Kostrad (1972)
    2. Camp Commandant UNEF/HQ, Cairo/Mesir (1974)
    3. Dosen Seskoad (1975)
    4. Kasdam VII/Diponegoro (1985)
    5. Asrena Kasad (1986)
    6. Sekjen Departemen Pertambangan dan Energi (1988)
    7. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993 – 1998)
    8. Dosen Senior Lemhannas (2000 – sekarang)
    9. Dosen Tamu SESKO ABRI, SESKOAD, SESKOAL, SESKOAU, SESPIM POLRI (2000-sekarang )
    10. Komisaris Utama di berbagai perusahaan Nasional dan Internasional (1990 – sekarang )
    11. Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung (1990 – sekarang)
    12. Ketua Dewan Kehormatan Yayasan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia dan Yayasan Pengembangan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia di Bandung (2004 – sekarang)
    13. Penasehat Khusus Presiden RI (2004 – 2006)
    14. Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah (2006-sekarang)
    15. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Hankam (2006 – sekarang)


Orang Batak memiliki pemukiman yang khas berupa desa-desa yang tertutup dan membentuk masyarakat kelompok kecil. Biasanya kelompok ini adalah kumpulan marga/clan atau masih memiliki hubungan kekerabatan. Desa-desa tertutup ini disebut huta.  Huta dulunya dikelilingi oleh tembok batu/tanah (parik) yang ditanami oleh pohon bambu yang sangat rapat. Jalan masuk ke huta tersebut hanya ada satu atau maksimal dua gerbang (bahal), depan (jolo) dan belakang (pudi). Dekat dengan bahal biasanya terdapat pohon beringin(baringin) dan atau hariara.Ada dua jenis rumah adat yang ada didalam huta Batak, yaitu ruma dan sopo yang saling berhadapan. Diantara kedua deretan bangunan tersebut terdapat halaman yang luas (alaman)yang menjadi tempat kegiatan orangtua maupun anak-anak. Kedua bangunan ini, meskipun secara sekilas kelihatan sama, sebenarnya berbeda dari sisi konstruksi dan fungsi.
Huta Batak hasil di tempat TB Center ini terdiri dari tiga buah ruma dan tiga buah sopo. Ke-6 bangunan ini adalah sumbangan dari keluarga-keluarga yang sangat peduli dengan pelestarian budaya Batak. Berdasarkan informasi dari pemilik diketahui bahwa umur bangunan sudah mencapai 120-150 tahun, dan sudah dilakukan beberapa perbaikan dibeberapa bagian bangunan. Huta Batak dibuat sedemikian rupa mengikuti bentuk sebenarnya dengan modifikasi dalam bentuk bahalparik dan alaman.
Sigale-gale adalah sebuah mitos kisah sedih dalam kehidupan masa lalu masyarakat Batak, dan berkaitan erat dengan upacara kematian. Ada beberapa versi cerita yang diyakini oleh masyarakat sebagai asal-usul legenda patung sigale-gale. Dalam adat Batak jaman dahulu, kesedihan terbesar bagi seorang orang Batak adalah jika ia meninggal tanpa menghasilkan keturunan terutama laki-laki sebagai penerus marga. Mereka percaya bahwa roh (begu) mendiang akan menjadi gangguan bagi masyarakat satu desa atau satu marga tersebut.
Untuk menghibur hati orang yang telah meninggal, maka dibuatlah sebuah patung kayu berbentuk manusia laki-laki yang akan ditampilkan dalam upacara kematian yang secara khusus diselenggarakan dan disebut papurpur sapata. Dalam upacara ini patung tersebut akan menari seperti layaknya manusia normal dengan bantuan dari para dukun.Melalui acara ini diharapkan kekecewaan mendiang akan dapat terobati, sehingga bisa beristirahat dengan tenang dan tidak mengganggu masyarakat desa.
Replika kuburan/makam batu ini mengikuti bentuk kuburan/keranda batu kepala-kepala suku/marga ratusan tahun yang lalu. Pembuatan replika ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa banyak peninggalan Batak yang berasal dari jaman batu besar (Megalithikum).Merupakan kehormatan jika seseorang dikuburkan didalam batu. Keranda dari batu ini berbeda dengan keranda yang terbuat dari kayu dimana keranda kayu ditanam didalam tanah sedangkan keranda batu diletakkan diatas tanah. Keranda batu dibuat dari sebuah batu yang besar dan utuh.Dalam perkembangannya, sejak masuknya teknologi campuran semen ke tanah Batak, pembuatan keranda batu ini tidak lagi menggunakan batu besar, akan tetapi menggunakan campuran semen yang dibentuk menyerupai keranda batu jaman dulu dan namanya disebut simin.
Museum:Berada pada salah satu ruangan di Gedung Utama TB. Silalahi Center dengan luas 180 m2, museum ini mengkoleksi replika benda-benda peninggalan nenek moyang suku Batak yang merupakan petunjuk perkembangan peradaban suku Batak.

Masuk kedalam ruangan ini, pengunjung akan disambut dengan patung yang menyerupai datu (dukun)suku Batak membawa semua kelengkapannya berupa pakaian adat, tunggal panaluan, sahan tempat obat serta tas yang berasal dari kulit hewan atau kulit kayu.
Secara teratur melalui panel-panel yang tertempel di tembok, dijelaskan perjalanan sejarah panjang peradaban Batak. Hal ini akan membuat pengunjung semakin memahami suku Batak.
Benda-benda replika yang ada didalam museum ini meliputi perlengkapan yang digunakan dalam bidang kesenian, perlengkapan rumah tangga, sistem religi dan kepercayaan maupun perlengkapan dalam sistem kemasyarakatan/adat. Benda-benda ini ada yang terbuat dari logam maupun kayu.
Selalu diupayakan agar koleksi bertambah melalui pembuatan replika. Disamping itu diharapkan peran serta masyarakat untuk berkenan menitipkan barang-barang peninggalan keluarga didalam museum ini. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi banyak orang dibandingkan hanya disimpan didalam lemari tanpa ada yang mengetahuinya.